Mengenal Arti Zaman Kalabendu dan Segala yang Berkaitan Dengannya

Arti Jaman Kalabendu

Dalam budaya Jawa, Jaman Kala Bendu (atau sering disebut Kalabendu) merujuk pada suatu masa atau zaman yang penuh dengan kekacauan, kesengsaraan, dan kemerosotan moral serta sosial.

Istilah ini berasal dari dua kata: kala yang berarti waktu atau zaman, dan bendu yang dalam bahasa Jawa (berakar dari bahasa Sanskerta) berarti hukuman, kutukan atau kemarahan.

Secara harfiah, Zaman Kalabendu dapat diartikan sebagai “zaman hukuman” atau “zaman kutukan,” yang menggambarkan periode ketika masyarakat mengalami penderitaan akibat pelanggaran terhadap hukum alam, moral, atau aturan Tuhan.

Ciri-Ciri Jaman Kala Bendu

Menurut ramalan Jayabaya, seorang raja Kediri yang terkenal dengan prediksi-prediksinya, serta pujangga besar Jawa Raden Ngabehi Ranggawarsita dalam karya seperti Serat Centhini dan Serat Sabdatama, Jaman Kalabendu ditandai oleh berbagai kondisi berikut:

1. Kemerosotan Moral dan Sosial:
– Banyak orang melupakan nilai-nilai kesusilaan, seperti orang tua lupa pada anak, anak melawan orang tua, dan keluarga terpecah belah.
[](https://id.wikisource.org/wiki/Ramalan_Jayabaya/Bahasa_Jawa)
– Wanita kehilangan rasa malu, pria kehilangan kehormatan, dan pengkhianatan terhadap kawan atau saudara menjadi hal biasa.
[](https://www.merdeka.com/peristiwa/6-ciri-ciri-zaman-kalabendu-versi-jangka-jayabaya.html)
[](https://id.wikisource.org/wiki/Ramalan_Jayabaya/Bahasa_Jawa)
– Korupsi, kolusi, dan nepotisme merajalela, serta para pemimpin kehilangan wibawa.
[](https://portaljember.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-161064949/6-ciri-zaman-kalabendu-dalam-ramalan-jayabaya-kehidupan-masyarakat-sangat-sulit-semua-serba-mahal)

BACA JUGA :  Strategi Membeli Rumah Cash 500 Jutaan dengan Menabung Emas

2. Kesulitan Hidup:
– Kehidupan masyarakat menjadi sangat sulit, segala sesuatu serba mahal, dan rakyat kecil semakin terpinggirkan.
[](https://www.sesawi.net/zaman-kalabendu/)
[](https://portaljember.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-161064949/6-ciri-zaman-kalabendu-dalam-ramalan-jayabaya-kehidupan-masyarakat-sangat-sulit-semua-serba-mahal)
– Pemimpin bertindak jahat, dan pengangkatan pejabat dilakukan secara tidak adil.
[](https://www.sesawi.net/zaman-kalabendu/)
[](https://www.akurat.co/viral/1303205855/6-ciri-zaman-kalabendu-versi-ramalan-jayabaya-poin-terakhir-presiden-angkat-pejabat-dengan-cara-tak-adil)

3. Tanda-Tanda Alam:
– Bencana alam terjadi bertubi-tubi, seperti banjir, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi, tanpa tanda-tanda sebelumnya.
[](https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6287499/gambaran-zaman-kalabendhu-dalam-ramalan-jayabaya)
[](https://rm.id/baca-berita/kolom/105040/refleksi-zaman-kalabendu)
– Sungai kehilangan batasnya, pasar kehilangan suaranya, dan alam mengalami kerusakan.
[](https://www.teraslampung.com/zaman-kala-bendu/)

4. Zaman Edan:
– Disebut juga sebagai zaman edan (zaman gila), di mana yang benar dianggap salah, yang salah dianggap benar, dan orang baik terlunta-lunta sementara orang bejat naik pangkat.
[](https://www.teraslampung.com/zaman-kala-bendu/)
[](https://id.wikisource.org/wiki/Ramalan_Jayabaya/Bahasa_Jawa)
– Frasa terkenal dari Serat Kalatidha karya Ranggawarsita, “Amenangi jaman edan, yen ora edan ora keduman” (Hidup di zaman gila, kalau tidak ikut gila tidak kebagian), menggambarkan situasi di mana orang merasa terpaksa mengikuti arus keburukan untuk bertahan.
[](http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/06/serat-sabda-tama-jaman-kalabendu.html)
[](https://suaranasional.com/2022/02/18/jaman-kalabendu/)

5. Tanda-Tanda Teknologi dan Perubahan Sosial:
– Ramalan Jayabaya menyebutkan tanda-tanda seperti kendaraan berjalan tanpa kuda (mobil), kapal berjalan di atas awan (pesawat terbang), dan pulau Jawa dikelilingi besi (rel kereta api).
[](https://www.teraslampung.com/zaman-kala-bendu/)
[](https://id.wikisource.org/wiki/Ramalan_Jayabaya/Bahasa_Jawa)
– Perempuan berpakaian seperti laki-laki dan sebaliknya, menunjukkan perubahan tatanan sosial.
[](https://www.teraslampung.com/zaman-kala-bendu/)

BACA JUGA :  Kronologi Mencuatnya Kasus Pencabulan Dokter Syafril alias Iril yang Viral

Makna Filosofis

Jaman Kala Bendu bukan hanya ramalan, tetapi juga peringatan (pameling) dari para pujangga Jawa agar masyarakat tetap waspada dan menjaga nilai-nilai luhur.

Menurut Ronggowarsito, zaman ini adalah akibat dari perbuatan manusia yang melanggar hukum alam dan moral (wewaler). Zaman ini dianggap sebagai masa penghukuman (bebenduning Pangeran (Kemarahan Tuhan)) karena manusia telah melampaui batas.
[](https://www.teraslampung.com/zaman-kala-bendu/)
[](http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/06/serat-sabda-tama-jaman-kalabendu.html)

Transisi ke Zaman Kalasuba

Menurut ramalan Jayabaya, Jaman Kalabendu akan diikuti oleh Zaman Kalasuba, yaitu masa kemakmuran, keadilan, dan pencerahan.

Transisi ini ditandai dengan munculnya Satria Piningit dan Ratu Adil, seorang pemimpin yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan. Ada yang meyakini Ratu Adil & Satria Piningit itu satu entitas yang berbeda namun saling berkaitan. WA

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Zaman Kalasuba diperkirakan dimulai sekitar tahun 2025, setelah masa kegelapan berakhir.
[](https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6287499/gambaran-zaman-kalabendhu-dalam-ramalan-jayabaya)
[](https://nasional.okezone.com/read/2024/01/24/337/2959833/begini-ramalan-mengerikan-jayabaya-tentang-zaman-kalabendu-atau-zaman-carut-marut?page=all)
[](https://id.wikisource.org/wiki/Serat_Sabda_Jati)

Loading