Kata “kentit” adalah istilah dalam bahasa Jawa (sering digunakan juga dalam dialek Betawi atau bahasa gaul Indonesia) yang secara harfiah berarti menyelipkan sesuatu di pinggang atau lipatan kain.
Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kata ini hampir selalu memiliki konotasi negatif. Berikut adalah beberapa arti dan konteksnya:
1. Menggelapkan Uang atau Barang (Korupsi Kecil)
Ini adalah arti yang paling umum. “Kentit” sering digunakan untuk menggambarkan tindakan mengambil sebagian kecil uang atau barang yang seharusnya bukan milik kita, biasanya dilakukan secara diam-diam.
Contoh: “Uang kembalian belanja tadi dikentit sama dia.” (Artinya: Sebagian uang kembaliannya diambil/disunat sendiri).
2. Mencuri dengan Cara Menyelipkan
Berasal dari gerakan menyelipkan barang ke dalam saku atau kain (jarit/sarung) agar tidak terlihat orang lain. Ini merujuk pada tindakan pencurian ringan atau mencopet.
3. Mengurangi Jatah
Dalam dunia kerja atau organisasi, “dikentit” bisa berarti anggaran atau jatah yang seharusnya diterima penuh, tetapi dipotong secara tidak resmi oleh pihak tertentu untuk keuntungan pribadi.
Lawan Kata dari Kentit
Jika “kentit” biasanya digunakan untuk pencurian skala kecil atau “menyunat” uang recehan, untuk korupsi dalam skala besar atau sistematis, ada beberapa istilah yang lebih tepat digunakan:
1. Istilah Formal & Hukum
* **Korupsi (Corruption):** Istilah umum untuk penyalahgunaan wewenang demi keuntungan pribadi.
* **Penyelewengan Dana:** Biasanya digunakan untuk dana proyek atau anggaran negara yang sangat besar.
* **Gratifikasi:** Pemberian layanan atau uang dalam jumlah besar untuk memengaruhi kebijakan (suap kelas kakap).
* **Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU):** Upaya menyembunyikan asal-usul uang hasil korupsi besar agar seolah-olah terlihat sah.
2. Istilah Populer & Bahasa Gaul
* **Garong:** Merujuk pada koruptor yang mengambil uang rakyat dalam jumlah fantastis. Istilah ini sering digunakan untuk memberi kesan bahwa tindakan mereka sangat rakus dan kasar (seperti perampok).
* **Makan Uang Rakyat:** Frasa umum untuk menggambarkan korupsi yang berdampak luas pada masyarakat.
* **Bancakan:** Istilah Jawa yang aslinya berarti makan bersama secara adat, namun dalam konteks negatif berarti **”mengeroyok” atau membagi-bagi uang proyek/negara** beramai-ramai secara tidak sah.
* **Main Mata:** Biasanya merujuk pada persekongkolan antara pengusaha dan pejabat untuk mengatur proyek besar.
3. Perbedaan Skala
| Istilah | Skala | Konotasi |
| — | — | — |
| **Kentit** | Kecil/Personal | Mencuri kembalian, menyunat uang bensin. |
| **Nilep** | Menengah | Mengambil uang kantor atau anggaran acara. |
| **Garong / Bancakan** | Besar/Sistematis | Korupsi proyek infrastruktur, bansos, atau dana negara. |
—
Fakta Menarik:
Di Indonesia, korupsi skala besar sering disebut sebagai **”Korupsi Struktural”** karena dilakukan secara berjamaah dan melibatkan sistem yang ada, bukan sekadar individu yang iseng.
![]()