Istri satpam Sumarna (sekitar 40–42 tahun) yang ditemukan tewas tenggelam dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, menceritakan obrolan terakhirnya dengan suami kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sumarna, petugas keamanan objek vital Waduk Jatiluhur (Perum Jasa Tirta II), ditemukan mengambang di perairan Tanggul Kayat pada Jumat, 24 Juli 2026, masih mengenakan seragam dinas. Ia sebelumnya hilang kontak saat piket malam. Polisi menduga pembunuhan, telah memeriksa sekitar 15 saksi, mengamankan barang bukti (HP, motor, HT, dll.), dan menunggu hasil otopsi. Belum ada tersangka.
Saat dikunjungi Dedi Mulyadi, istri Sumarna (Siti Mariam) mengungkapkan bahwa sebelum berangkat kerja malam itu, keduanya hanya berbincang biasa. Ia mengingatkan suami soal rapat di kantor desa (Sumarna juga anggota Linmas).
Suami berjanji akan memberi uang untuk bayar WiFi jika menerima siltap: “Iya nanti ayah kasih ke mamah.” Ia tampak lelah, berangkat lebih malam dari biasanya, dan tidak mengeluh. Sumarna pergi sekitar pukul 19.00 WIB.
Komunikasi terakhir via chat sekitar pukul 22.00 WIB: Sumarna membalas info undangan rapat desa dan menulis “Ma ini ada Danru gak enak ditinggalin” (ada komandan regu sehingga tidak enak meninggalkan pos).
Setelah itu ponselnya tidak bisa dihubungi. Istri sempat datang ke pos jaga tengah malam; motor sempat hilang lalu muncul kembali, tapi suami tidak ditemukan. Jenazah baru ditemukan siang hari berikutnya.
Dedi Mulyadi menyoroti minimnya CCTV dan penerangan di lokasi objek vital tersebut, mendesak polisi mengungkap kasus hingga tuntas, serta memberikan bantuan (termasuk deposito pendidikan) kepada keluarga korban.
Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif hingga saat ini.
![]()