Guru Honorer di Lombok Rutin Sedekahi Anak Yatim dari Uang Hasil Jual Narkoba

Pertanyaannya, dari mana Ustaz mendapat ilmu membuat home industry metamfetamin?

Polisi menelusuri dan mendapati fakta bahwa ilmu ini datangnya dari seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Mataram yang kerap dipanggil “Jenderal Yusuf”. Jadi ternyata ini ilmu turun-temurun.

“Jenderal perannya mengontrol, Ustaz [SS] membuat, dan yang lain-lainnya menjadi pengedarnya,” ujar Helmi dilansir Tribunnews.

SS ditangkap bersama 9 karyawannya yang bekerja sebagai pengedar, bandar, kurir, dan manajer operasional pabrik.

Jika tadi sisi guru yang banting setir ke bisnis narkotik, dilihat dari sisi pengedar yang filantropis pun, kasus AH di Lombok Timur ini tetap bukan yang pertama.

Selain fakta Pablo Escobar juga seorang dermawan, modelan bandar narkoba yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk infak pernah didapati di Medan pada 2017.

Inisialnya H, ia tertangkap polisi setelah ketahuan menjadi bandar narkoba dengan barang bukti ribuan pil ekstasi di kamarnya.

Kasus ini membuat warga Kelurahan Sunggal kaget karena H adalah orang yang dikenal rajin bersedekah.

Azwansyah, bandara masjid di lingkungan pelaku tinggal, bersaksi H ikut menyumbang uang pembangunan masjid sebesar Rp500 ribu.

H juga menjanjikan Azwansyah bantuan pembelian cat masjid.

Sumber : Vice : https://bit.ly/3zZml8Z

 1,546 total views