Sedekah yang Baik, Sedekah Barang Berkualitas

Mencari Nafkah, Niatkanlah Sedekah

Sedekah yang paling baik atau paling utama dalam Islam, menurut banyak hadits shahih dari Rasulullah SAW, adalah yang didahulukan kepada orang-orang yang menjadi tanggungan kita (keluarga terdekat seperti istri, anak, orang tua, atau kerabat yang wajib dinafkahi).

Beberapa dalil utamanya:

Rasulullah SAW bersabda:

“Mulailah (bersedekah) dengan orang yang menjadi tanggunganmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dalam berbagai lafaz serupa)

Dalam hadits lain, beliau menjelaskan bahwa nafkah/sedekah kepada keluarga bahkan lebih utama daripada infak di jalan Allah, memerdekakan budak, atau sedekah kepada orang miskin secara umum.

“Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya…”
(HR. Muslim)

Sedekah kepada kerabat dekat juga mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala sedekah + pahala menyambung silaturahmi.

BACA JUGA :  Demi Mentaati Perintah Agama, Sadio Mane Menolak Pegang ‘Bir’ Waktu Berfoto Bersama

“Sedekah kepada orang miskin (nilainya) satu sedekah. Sedangkan sedekah kepada kerabat (nilainya) dua: sedekah dan silaturahmi.”
(HR. An-Nasa’i, At-Tirmidzi, dinilai hasan/shahih)

Para ulama seperti Imam Nawawi menyatakan ijma’ (kesepakatan) bahwa sedekah kepada kerabat lebih utama daripada kepada orang lain.

Urutan prioritas penerima sedekah yang umum disepakati ulama:

– Diri sendiri (jika benar-benar membutuhkan, agar tidak membebani orang lain).
– Keluarga inti / tanggungan (istri, anak, orang tua) → paling utama.
– Kerabat dekat lainnya (saudara, paman, bibi, sepupu, dll.), terutama yang membutuhkan atau yang memusuhi (karena bisa melunakkan hati dan menjaga silaturahmi).
– Tetangga yang membutuhkan.
– Orang miskin/fakir secara umum, yatim, musafir, dll.

Jadi, kalau ada kerabat atau keluarga yang lagi kesusahan (misalnya sakit, butuh biaya sekolah, atau ekonomi sulit), mulailah dari mereka — itu lebih afdhal daripada langsung ke lembaga amal atau orang jauh, meskipun semua sedekah tetap baik.

BACA JUGA :  Ria Ricis dan Teuku Ryan Umumkan Nama Anak, Artinya Penuh dengan Kebaikan

Jangan Lupakan Niat

Banyak yang lupa/sering melewatkan hal ini, yaitu NIAT. Mungkin prakteknya dianggap sama, tapi niat itu penting terutama dalam berbuat amal kebaikan, seperti ibadah lainnya. Perbanyaklah niat, walaupun cuma satu ibadah/perbuatan.

Jadi dalam bersedekah pun jangan lupakan niat. Misal mau kasih uang ke anak atau istri, niatkan dalam hati itu sebagai sedekah. Memberi nafkah (itu wajib) dan dianggap sedekah (sunah), kalau diniatkan dengan benar. Mohon dikoreksi kalau salah.

Kalau keluarga sudah tercukupi kebutuhannya, baru boleh diperluas ke yang lain.

Semoga sedekah kita diterima dan diberkahi Allah SWT, Aamiin ya Robbal ‘Alamiin.

Loading