Ibrahim Sjarief Assegaf, suami jurnalis terkenal Najwa Shihab, meninggal dunia pada 20 Mei 2025 pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Jakarta, akibat stroke dan pendarahan otak. Berikut adalah profil dan biodata lengkapnya berdasarkan informasi yang tersedia:
Profil dan Biodata Ibrahim Sjarief Assegaf
Nama Lengkap: Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf
Nama Panggilan: Baim
Tempat, Tanggal Lahir: Solo, 1977
Umur: Sekitar 48 tahun (pada saat meninggal di 2025)
Agama: Islam
Keturunan: Arab Quraisy-Bugis, diklaim memiliki garis keturunan Nabi Muhammad SAW melalui marga Assegaf
Pendidikan:
S1 Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (1991–1997)
Peneliti Tamu di Program Studi Hukum Asia Timur, Harvard Law School (2002–2003)
S2 (LLM) di University of Melbourne, Australia (2008–2009), melalui beasiswa Australian Development Scholarship
Pekerjaan:
Pengacara dengan spesialisasi di bidang Perbankan & Keuangan, Restrukturisasi & Kepailitan, serta Corporate M&A
Direktur di PT Justika Siar Publik (platform hukum online Hukumonline)
Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners
Penghargaan:
Leading Lawyer by Asialaw Leading Lawyers (2016)
Leader in his Field by Chambers Asia Pacific in Banking & Finance (2016)
IFLR 1000 Leading Lawyer in Financial & Corporate, Banking, and M&A (2006)
Hobi: Bersepeda
Karakter: Dikenal tertutup, tidak suka menjadi pusat perhatian, dan jarang tersorot media meskipun menikah dengan figur publik seperti Najwa Shihab
Media Sosial: Tidak aktif di media sosial, tidak ada akun Instagram resmi yang diketahui
Kehidupan Pribadi
Pernikahan: Menikah dengan Najwa Shihab pada tahun 1997 di Solo. Saat itu, Najwa berusia 20 tahun dan masih mahasiswi semester tiga di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, sedangkan Ibrahim berusia 26 tahun. Mereka bertemu di kampus Universitas Indonesia, tempat keduanya menempuh pendidikan hukum. Pernikahan mereka berlangsung setelah Ibrahim memenuhi syarat dari ayah Najwa, Quraish Shihab, untuk menyelesaikan skripsi dan wisuda terlebih dahulu.
Anak:
Izzat Ibrahim Assegaf (lahir 9 Februari 2001), putra mereka yang kini berusia sekitar 24 tahun dan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut.
Namiya Assegaf (lahir 15 Desember 2011, meninggal 16 Desember 2011), putri mereka yang hanya hidup selama 4 jam setelah kelahiran. Kehamilan Namiya merupakan masa sulit bagi Najwa, yang harus menjalani bedrest selama empat bulan di rumah sakit.
Kisah Cinta: Ibrahim dan Najwa menjadi dekat karena memiliki pengalaman serupa sebagai peserta program pertukaran pelajar di luar negeri. Keduanya juga dipertemukan oleh kedekatan keluarga mereka. Sebelum menikah, Najwa melakukan salat istikharah di Tanah Suci untuk memantapkan hati menerima lamaran Ibrahim. Pernikahan mereka dikenal harmonis selama 28 tahun hingga Ibrahim wafat.
Karier dan Kontribusi
Ibrahim adalah seorang pengacara terkemuka dengan karier cemerlang di bidang hukum korporasi. Ia bekerja di firma hukum ternama Assegaf Hamzah & Partners dan memimpin PT Justika Siar Publik, yang mengelola Hukumonline, sebuah platform konsultasi hukum daring. Ibrahim dikenal sebagai profesional yang berdedikasi, dengan sejumlah penghargaan internasional yang mengakui keahliannya di bidang perbankan, keuangan, dan merger-akuisisi.
Kabar Duka
Kabar meninggalnya Ibrahim disampaikan melalui pesan singkat oleh asisten Najwa, Caca, dan dikonfirmasi oleh berbagai media serta unggahan di platform X. Penyebab kematian adalah stroke yang diikuti pendarahan otak. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jeruk Purut, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Banyak tokoh dan masyarakat menyampaikan belasungkawa, termasuk melalui unggahan di X, mendoakan agar almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Catatan Tambahan
Ibrahim dikenal sebagai sosok pendiam yang mendukung karier Najwa dari belakang layar. Ia sering kali menghindari sorotan publik, bahkan Najwa harus meminta izin untuk mengunggah foto bersamanya di media sosial. Dukungan Ibrahim terlihat saat ia menemani Najwa dalam liputan berisiko, seperti penangkapan teroris di Solo, sambil menjaga putra mereka, Izzat, yang masih bayi.
Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, termasuk laporan media dan unggahan di platform X. Jika ada informasi spesifik lain yang ingin Anda ketahui, silakan beri tahu!
![]()