Dalam bahasa Indonesia, “red flag” secara harfiah berarti “bendera merah,” tetapi dalam konteks populer, istilah ini digunakan untuk menunjukkan tanda bahaya atau peringatan tentang sesuatu yang mencurigakan, tidak sehat, atau berpotensi bermasalah. Istilah ini sering dipakai dalam berbagai situasi, seperti hubungan, pekerjaan, atau keputusan, untuk menggambarkan perilaku, sikap, atau keadaan yang sebaiknya diwaspadai.
Contoh Penggunaan:
Dalam Hubungan:
“Dia selalu mengontrol ke mana kamu pergi, itu red flag besar dalam hubungan.”
Artinya, perilaku tersebut menunjukkan tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, seperti posesif atau manipulatif.
Dalam Pekerjaan:
“Perusahaan tidak transparan soal gaji, itu red flag buatku.”
Artinya, kurangnya transparansi bisa menjadi tanda bahwa perusahaan tidak dapat dipercaya.
Umum:
“Kalau seseorang langsung marah saat dikritik, itu red flag bahwa mereka sulit menerima masukan.”
Intinya, “red flag” adalah sinyal untuk berhati-hati atau mengevaluasi kembali situasi sebelum melangkah lebih jauh.
![]()