Pernah membayangkan kalau kisah-kisah kuno dari pedalaman Maluku dihidupkan lewat teknologi animasi tercanggih zaman sekarang? Itulah yang sedang dilakukan Luze Studio lewat proyek ambisius mereka: Manusela, film animasi panjang yang bakal meramu mitologi lokal dengan kekuatan Unreal Engine 5.
Direncanakan rilis pada 2026, Manusela menjadi salah satu proyek animasi pertama di Asia Tenggara yang sepenuhnya menggunakan teknologi real-time rendering, lho.
Project ini jadi upaya untuk menghidupkan kembali kearifan lokal lewat dunia fiksi yang emosional dan mendalam. Tim Luze Studio melakukan riset langsung ke Maluku, berdialog dengan komunitas adat, dan membangun universe cerita yang berpijak pada mitos asli, seperti Nunusaku dan konsep spiritual nitu.
Alih-alih menghadirkan animasi komedi atau cerita ringan, Manusela memilih jalur yang lebih berani dengan narasi dark, konflik spiritual, dan pendekatan artistik yang serius. Visualnya menghadirkan hutan berkabut, kerajaan karang, hingga elemen mistis yang dirender secara real-time dan responsif terhadap cerita.
Bottlesmoker akan mengisi scoring dan album musik tematik, sementara desainer Lenny Agustin merancang busana orisinal yang terinspirasi dari dunia Manusela. Ada juga rencana pameran dan program edukasi di Maluku sebagai bentuk kontribusi langsung pada komunitas lokal.
Di sisi digital, Manusela membuka peluang kolaborasi global melalui ekosistem Web3 dan NFT budaya yang memungkinkan seniman dan kolektor ikut terlibat dalam pengembangan IP-nya.
Dengan Manusela, Luze Studio ingin membuka jalan bagi munculnya lebih banyak cerita lokal yang diangkat ke panggung global dengan kualitas produksi yang tak kalah dari film animasi kelas dunia.
![]()