Kemudian kekhawatiran saya pun berfokus kepada bagaimana saya dapat membiayai kehidupan saya dan anak – anak saya.
Dengan hutang yg saat itu masih menumpuk dan biaya hidup yang terus meningkat setiap harinya membuat saya terduduk, termenung memikirkan beribu-ribu cara bagaimana saya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari hari kami dan bagaimana saya dapat memberikan anak – anak pendidikan yang mumpuni.
Belum lagi ditambahkan dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan ade yang akan di bully oleh lingkungan sekitarnya, sulitnya mencari pendidikan yang mumpuni membuat saya selaku orang tua tunggal berduka sangat dalam.
Sedikit demi sedikit perhiasan habis terjual, tabungan pun terkuras tak bersisa, hutang pun terus bertambah.
Saya bersimpuh meminta kepada tuhan untuk diberikan kekuatan lebih dalam menjalani hidup ini.
Lantas Tuhan pun menjawab kegelisahan saya, selain memberikan saya kekuatan dan berkah, Tuhan memberikan pertolongannya melalui ibu saya dan kakak – kakak saya yang tanpa henti memberikan support mereka kepada saya.
Ya selepas kepergian Suami, Ibu dan Kakak kakak saya benar – benar menjadi malaikat penyelamat saya. Yang tanpa segan selalu disamping saya membantu tanpa pamrih
Satu persatu masalah pun terurai, mulai dari hutang piutang yang Puji Tuhan dapat terselesaikan, hingga biaya hidup sehari – hari yang juga tercukupi.
Ada momen momen dimana saya harus meredam emosi dan kekecewaan saat ade diperlakukan dengan buruk oleh segelintir oknum di dunia pendidikan.
Saya dan ibu, serta kakak saya harus berkutat mencari sekolah untuk ade, sekolah yg cukup terjangkau bagi saya setidaknya dan dapat menerima ade dengan kebutuhan khususnya.
Setelah penolakan demi penolakan yang harus kami alami akhirnya kami menemukan Sekolah SLB C khusus penyandang Autisme. Disana 1 kelas terdiri atas max 3 murid saja dengan guru – guru yang sangat penyabar dan biaya terjangkau.
Puji tuhan Ade pun dapat mengikuti pelajaran dengan sangat baik
6 tahun lebih berlalu
Jika saya dapat kembali ke masalalu saya hanya ingin mendatangi diri saya 6 tahun yang lalu, memeluknya dan menyampaikan bahwasanya semuanya akan baik-baik saja.
Semua hasil usaha saya terbayar
Anak – anak dapat tidur tanpa kehujanan dan kepanasan
Walau tidak tinggal di rumah mewah, setidaknya mereka dapat tertidur nyenyak dengan pakaian seadanya, dan perut kenyang serta pendidikan yang layak
Ayah
Si cengeng ini tak lagi sering menangis
Aku menjadi sedikit lebih kuat
Bahuku kini mampu menopang beban yang dulu kau pikul
Dan sampai detik ini bunda masih kokoh berdiri sendiri tanpa pengganti Ayah
Bagi bunda, kebahagiaan anak – anak diatas segalanya
Kehadiran Umi dan Kakak Kakak bunda membuat bunda mampu menjalani hidup ini tanpa adanya sosok laki – laki di kehidupan bunda.
6 tahun 5 bulan dan 18 hari tanpamu
Kami baik-baik saja
Jakarta, 3 Oktober
![]()