Ibu Pilih Bayinya Tewas Demi Pergi Family Gathering ke Jogja

Belakangan ini viral berita tentang ibu pilih bayinya tewas. Seorang ibu berinisial ESYH (26) alias EA, tega menganiaya bayinya hingga tewas. Tak hanya itu, EA juga membiarkan bayinya membusuk di dalam rumah. EA bahkan meminta orang tuanya yaitu ESB (47) untuk merahasiakan kematian banyinya dan memilih untuk berlibur ke Yogyakarta.

Diketahui tersangka EA sudah menikah dengan R selama 4 tahun secara siri. Keduanya telah dikaruniai dua orang anak. Anak pertama berusia 1,6 tahun dan anak kedua berusia 5 bulan yang menjadi korban penganiayaan.

Ibu bunuh bayi usia 5 bulan

Dalam keterangan pers pada Minggu, 26 Juni 2022, Kapolsek Wonocolo Kompol Royce Hendrik Fransisco mengatakan tidak hanya meminta ibunya untuk merahasiakan kematian itu, tersangka juga mengancam akan membunuh ibunya.

Karena ketakutan ibu kandung daripada pelaku ini tidak memberitahukan (Kematian ADO) kepada siapa-siapa,” kata Roycke.

Roycke dalam keterangan persnya juga menjelaskan kepada wartawan untuk keperluan apa Eka dan suaminya pergi ke Jogja? Pada Jumat (24/6/2022) itu Eka dan suaminya ke Jogja mengajak putra pertama mereka.

Lalu, pada Jumat pukul 5 pagi tersangka bersama suaminya dan anak pertamanya berangkat ke luar kota untuk menghadiri acara kantor, acara family gathering. Hasil dari pada pengembangan penyidik (kegiatan family gathering) itu dilaksanakan di daerah Gunung Kidul,” ujarnya.

Saat ini Eka telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap bayi ADO. Kepada polisi ia mengatakan dirinya mengaku jengkel kepada putra keduanya.

“Pelaku merasa jengkel dan emosi karena korban suka menangis dan rewel apabila tersangka bertengkar dengan suaminya. Jadi, ini adalah salah satu alasan motif pelaku,” tuturnya.

ADO, bayi berusia 5 bulan ditemukan tewas membusuk di Siwalankerto Tengah Gang Anggur Surabaya tewas dianiaya ibunya sendiri dan. Roycke mengatakan bayi 5 bulan yang tak berdosa itu tewas setelah 2 kali dilempar (Dibanting) ke kasur.

“Di bagian kepala belakang korban keluar cairan. Dari hasil dari penyelidikan tim inafis cairan itu merupakan akibat benturan di mana ada penggumpalan darah dan mengakibatkan cairan ada pemecahan pembuluh darah,” jelas Roycke.

 3,074 total views