Nama Hasan al-Bahsri tentu tidak asing di telinga banyak orang. Ulama besar kelahiran Madinah ini dikenal sebagai sufi agung yang memiliki daya ingat sangat tajam. Tidak berlebihan jika ia kemudian dijuluki sebagai ulama multidisiplin karena menguasai ragam ilmu pengetahuan. Sebagai bukti, kita bisa melihat sejumlah testimoni ulama terkait hal ini.
Abu Qatadah al-Adawi mengatakan, “Wajib bagi kalian belajar kepada syekh ini (Hasan al-Bashri). Demi Allah, aku melihat Hasan al-Bashri sangat mirip pendapatnya dengan Sayyidina Umar bin Khattab.”
Sahabat Anas bin Malik berwasiat, “Wajib bagi kalian belajar kepada Maulana Hasan al-Bashri, maka bertanyalah kepadanya.”
Kemudian, ada yang bertanya, “Wahai Abu Hamzah (julukan Sahabat Anas bin Malik), mengapa engkau menganjurkan kami bertanya kepada Hasan al-Bashri?” Anas bin Malik menjawab, “Dia menimba ilmu kepada kami, akan tetapi sekarang kami telah banyak lupa sedangkan ia masih mengingat ilmu yang kami ajarkan.” (Ibnu Abi Hatim, al-Jarh wa Ta’dil, 1999: III, halaman 41).
Kualitas intelektual Hasan al-Bashri semakin diakui karena ia juga banyak berguru kepada para sahabat Nabi. Di antara guru-gurunya adalah Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Abdullah bin Mughaffal, ‘Amr bin Taghlib, Abu Burzah al-Aslami, dan masih banyak lagi.
Menurut Ibnu Hibban, Syekh Hasan al-Bashri telah menimba ilmu kepada 120 tokoh dari golongan sahabat. (Ibnu Hibban, ats-Tsiqqat, 1996: juz IV, halaman 123).
Nasihat-nasihat Hasan al-Bahsri yang lebih didominasi nuansa tasawuf banyak dikutip para ulama. Salah satunya, ia pernah mengatakan, “Mataku tidak akan melihat, lisanku tidak akan berucap, kedua tanganku tidak akan berbuat, dan kedua kakiku tidak akan melangkah, sebelum benar-benar aku tahu, ketaatan atau maksiat yang akan aku lakukan. Jika ketaatan, aku teruskan.
Jika maksiat, aku urungkan. (Ahmad Farid al-Mazidi, Al-Hasan al-Bashri Imamuz Zahidin, 2011: 212). Wallahu a’lam. Ustadz Muhamad Abror, penulis keislaman NU Online, alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon dan Ma’had Aly Saidusshiddiqiyah Jakarta
Sumber: https://islam.nu.or.id/
![]()