HIGO Buka Peluang Baru Lewat WiFi Advertising di Public Space

Untuk menjangkau audiens di era digital banyak cara yang dapat dilakukan seperti beriklan di media sosial atau display ads. Tapi di beberapa situasi beriklan secara digital seperti itu kerap kali tidak memberikan kesan yang berarti. Display ads yang langsung skip dan konten sponsor di media sosial terlewat begitu saja. Dalam hal ini, kira-kira masih adakah cara baru untuk menjangkau audiens secara lebih tepat, kontekstual, dan tidak mengganggu?

Menariknya jawaban bisa datang dari sesuatu yang selama ini dianggap biasa aja yaitu Free WiFi di public space. Selain menjadi alat untuk menghubungkan gadget ke internet, sekarang WiFi juga bisa jadi media untuk para brand bertemu langsung dengan konsumen mereka.

Cara Kerja WiFi Advertising dan Kenapa Ini Menarik

Secara konsep WiFi advertising terdengar cukup sederhana. Ketika seseorang ingin terhubung ke Free WiFi di public space seperti cafe, stasiun, halte bis, atau bahkan mall, mereka akan diarahkan ke landing page berisi iklan atau campaign digital tertentu. Setelah melihat atau berinteraksi dengan konten tersebut, pengguna bisa lanjut menggunakan internet seperti biasa.

Dari hal sederhana ini muncul peluang baru untuk beriklan. WiFi advertising memungkinkan brand untuk tampil di saat audiens memang sedang berhenti dan membuka layar secara aktif. Berbeda dengan iklan digital lainnya yang sering kali muncul secara pasif atau bersifat interruptive, WiFi ads muncul dalam alur penggunaan internet.

BACA JUGA :  Alyssa Spischak Anak Ustaz Derry Kerap Tampil Seksi : Bukan Salah Abi!?

Cara pemasaran menggunakan WiFi advertising mulai digunakan di Indonesia beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah dengan HIGO sebagai WiFi advertising platform yang menghubungkan brand, pemilik lokasi, dan audiens. Menariknya, karena audiens merupakan pengguna WiFi yang memang sengaja untuk login, mereka tidak akan merasa bahwa iklan yang ditampilkan mengganggu penglihatan mereka.

HIGO WiFi Advertising

Di Indonesia sendiri salah satu platform WiFi advertising yang banyak digunakan adalah HIGO. Perusahaan ini memiliki jaringan WiFi di berbagai titik dan lokasi di public space yang memungkinkan brand atau merchant yang bekerjasama mengelola campaign sendiri, mulai dari durasi, format iklan, hingga analitik performa campaign nya.

Format ads yang dapat digunakan HIGO di WiFi advertising juga cukup beragam. Tidak hanya banner statis, tapi juga bisa berupa video pendek, survei, hingga adanya direct ke website atau akun media sosial brand yang melakukan campaign. Jika dibandingkan dengan iklan digital lainnya, adanya interaksi di WiFi advertising tentu bisa membuat audiens lebih melihat iklan tersebut.

Solusi Iklan yang Ramah UMKM dan Audiens Urban

Berbeda dengan billboard besar atau TVC yang membutuhkan budget iklan tinggi, WiFi advertising menawarkan alternatif yang jauh lebih terjangkau. Hal ini membuka peluang bagi bisnis lokal dan UMKM untuk mempromosikan produk mereka tanpa memerlukan biaya yang besar.

Peluang ini sangat penting bagi UMKM dan usaha berskala kecil lainnya. Lewat WiFi advertising, mereka bisa lebih menargetkan konsumen lokal yang memang sesuai dengan target mereka meskipun memiliki budget promosi yang terbatas.

BACA JUGA :  Analisis & Prediksi Semen Padang melawan PSIS Semarang Siapa yang Akan Menang?

Misalnya, ada cafe yang bekerja sama dengan HIGO dan mereka ingin memberikan informasi mengenai produk yang sedang diskon atau cafe tersebut ingin mendapatkan feedback mengenai pelayanan mereka terhadap pengunjung. Maka dengan memanfaatkan platform WiFi advertising ini pihak cafe dapat melakukan iklan produk tertentu atau melakukan survey kepuasan pengunjung sesuai yang mereka inginkan.

Lalu insight data dari promosi dan survey pengunjung yang dilakukan oleh cafe tersebut, dapat dilihat secara langsung di dashboard milik HIGO oleh pemilik cafe untuk langsung dianalisis, jadi penggunaan WiFi advertising ini bukan hanya untuk promosi saja, tapi juga bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan atau produk suatu lokasi.

WiFi advertising merupakan media pemasaran yang menggabungkan digital dengan fisik. Saat pemasaran digital sudah tidak lagi memberikan efek yang pasti untuk beberapa brand, mungkin jenis pemasaran seperti WiFi advertising dapat dicoba.

Bagi brand yang beriklan, cara ini adalah peluang baru untuk tampil di media pemasaran yang belum terlalu padat kompetisi. Bagi pengguna WiFi, cara ini adalah akses internet gratis yang hadir dengan experience yang lebih unik dan menarik. Dan bagi pemilik tempat, WiFi advertising adalah cara untuk menambah value dari public space yang mereka miliki.

Loading